Sunday 14 October 2012

5 Kesalahan yang Bikin Mandi Hilang Manfaatnya


5 Kesalahan yang Bikin Mandi Hilang Manfaatnya


Jakarta, Mandi di hari Minggu itu ibarat kewajiban yang sangat berat, untuk melakukannya harus mengumpulkan dulu segenap niat dan tekad. Namun begitu dilakukan, manfaatnya bisa hilang begitu saja karena kesalahan kecil yang tidak disadari.

Kesalahan-kesalahan ini sering terabaikan oleh orang awam karena memang belum banyak yang tahu. Meski begitu, beberapa penelitian awal telah menunjukkan bahwa kesalahan-kesalahan saat mandi bisa berbahaya karena bisa memicu kanker maupun infeksi serius.

Memang masih akan banyak penelitian lanjutan, namun ada baiknya mewaspadai kesalahan-kesalahan berikut ini seperti dikutip dari Sixwise, Minggu (14/10/2012).

1. Membersihkan bak mandi dengan bahan beracun
Bahan-bahan kimia memang bisa membersihkan bak mandi dari lumut maupun jamur dengan sangat cepat. Tapi bahan-bahan yang tinggal disemprot lalu bilas tanpa perlu digosok, umumnya mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa memicu kanker. Gunakan vinegar atau cuka apel, baking soda atau sejenisnya kalau mau lebih aman.

2. Tidak pernah membersihkan tirai kamar mandi
Penelitian menunjukkan, 80 persen kuman yang ditemukan di tirai kamar mandi adalah keluargasphingomonads dan methylobacteia yang bisa memicu infeksi saluran kemih, pneumonia atau radang paru dan abses atau luka di usus. Tidak ada pilihan lain, tirai harus sering-sering dibersihkan mengingat kamar mandi cenderung lembab sehingga sangat disukai mikroba.

3. Sembarangan pakai gel dan sabun mandi
Meski belum konklusif atau menjadi kesimpulan final, beberapa hasil penelitian menunjukkan ada banyak bahan berbahaya yang sering ditemukan dalam produk-produk perawatan tubuh seperti Bisphenol A (BPA) dan triclosan. Bahan-bahan itu sering dikaitkan dengan kanker, diabetes bahkan kegemukan. Untuk lebih amannya, sebisa mungkin pilih sabun atau gel mandi dengan sesedikit mungkin bahan tambahannya.

4. Berendam dalam air kaporit
Biar lebih jernih, air mandi sering diberi kaporit atau klorin seperti di kolam renang. Bahan-bahan itu berbahaya apalagi jika dipakai untuk berendam air hangat karena saat pori-pori kulit melebar, uap klorin bisa masuk dan terserap dalam jumlah lebih banyak. Mengingat permukaan kulit yang terlibat kontak dengan air saat mandi sangat luas, konon klorin yang terserap tubuh bisa 100 kali lebih banyak dibandingkan kalau airnya terminum.

5. Selalu pakai air panas
Air yang terlalu panas bisa membuat kulit kering sehingga mudah kena iritasi. Kalau tidak ingin kedinginan, pakai air yang suam-suam kuku saja dan sesekali dianjurkan pakai air biasa supaya tidak terus-terusan.

0 komentar:

Template by : buitenzorg skataduakata.blogspot.com